PELANTIKAN BEM FAKULTAS PETERNAKAN UNWIKU

Picture5Bertepatan dengan acara penerimaan mahasiswa baru Fakultas Peternakan Unwiku tahun akademik 2015/2016, dilantik pula kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Periode 2015/2016 oleh Dekan Fapet Unwiku Dr. Ir. Doso Sarwanto, MP. Kepengurusan BEM Fapet Unwiku pada periode ini diketuai oleh Dwi Wiranti yang merupakan Ketua BEM perempuan satu-satunya di Unwiku Purwokerto. Gadis manis tinggi langsing ini membawahi empat departemen yaitu
Departemen Riset dan Teknologi, Departemen Sosial dan Informasi, Departemen Kewirausahaan dan Departemen Olahraga dan Seni Budaya.
BEM Fapet Unwiku yang baru dilantik langsung membuat gebrakan diawali dengan kegiatan OSPEK tingkat fakultas yang berlangsung akrab dan meriah apalagi dihibur dengan musik

FAPET JUARA DI 3 ON 3 BASKET BALL

Picture7Universitas Wijayakusuma mendukung penuh kegiatan mengolahragakan mahasiswa, berbagai pertandingan telah banyak dilombakan, baik untuk memperingati dies natalis universitas, fakultas, maupun pertandingan yang sifatnya ‘fun’.
Fakultas Peternakan tidak pernah ketinggalan selalu berpartisipasi dalam setiap even lomba yang diadakan. Meski jumlah timnya paling kecil, tapi tim dari Fakultas Peternakan merupakan tim yang paling diperhitungkan. Dari dua kali pertandingan sepanjang semester genap di tahun 2015, salah satunya kejuaraan yang disabet oleh FakultasPeternakan, yaitu sebagai juara II perlombaan Futsal tingkat universitas. Namun dalam lomba olahraga‘ 3 on 3 Basket Ball ‘ tim Fapet dengan seragam hitamnya, mampu menaklukan tim lainnya meski tidak jadi juara. Kecil hitam tapi siap menggigit dan merobek pertahanan lawan.

QUOTA BIDIK MISI PRODI PETERNAKAN NAIK 100 PERSEN

Program beasiswa Bidik Misi adalah suatu program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah kepada perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Program ini sangat membantu mahasiswa yang memiliki kepandaian maupun motivasi untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, tetapi mempunyai keterbatasan di bidang ekonomi.
Fakultas Peternakan Universitas Wijayaksuma dengan akreditasi B memenuhi persyaratan dan kesempatan yang luas untuk mendapatkan quota dari Dikti cq. Kopertis Wilayah VI tentang program beasiswa Bidik Misi. Sejak tahun akademik 2014/2015, Fakultas Peternakan telah menerima mahasiswa Bidik Misi dengan beasiswa sebesarRp. 3.600.000 per mahasiswa per semester dan biaya operasional perkuliahan secarautuh ditanggung oleh pemerintah, Pada tahun akademik 2015/2016 quota perolehan Bidik Misi di Fakultas Peternakan 100%. Kenaikan tersebut didasarkan pada capaian rata-rata IPK di atas rata-rata. Naiknya quota beasiswa juga dibarengi dengan luas dan banyaknya sebaran wilayah asal pendaftar/calon mahasiswa. Akhirnya, setelah melalui seleksi yang cuku palot, ditetapkan calon mahasiswa yang memenuhi criteria untuk ditetapkan sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Wijayaksusuma. Tahun akademik 2015/2016 yang berasal dari Kabupaten Tegal, Pekalongan, Purbalingga, dan Kabupaten Banyumas. Di tahun mendatang Fakultas Peternakan siap menerima dan menjadi fasilitator para mahasiswa yang berkeinginan untuk maju, kreatif dan siap bertanding di era globalisasi. Bravo FakultasPeternakan……………….. !!!

PERUBAHAN KURIKULUM PETERNAKAN UNWIKU TAHUN 2015

Picture6Kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 dan Statuta Unwiku Tahun 2011 bahwa kurikulum wajib ditinjau kembali paling lambat 5 tahun sekali.
Berdasarkan SK Dekan Fakultas Peternakan Unwiku Nomor : 01/FPt/A.18/I/2015 tertanggal 29 Januari 2015 dibentuk Tim Perubahan Kurikulum Fapet Unwiku yang diketuai oleh Ir. Tri Sukmaningsih, MP., M.Si yang secara marathon selama 7 bulan melakukan berbagai kegiatan berupa rapat khusus tim, rapat dengan para dosen, workshop bersama tim perubahan, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna baik negeri maupun swasta. Pertimbangan lain dalam perubahan kurikulum program studi peternakan ini adalah potensi dosen, fasilitas dan visi misi Universitas Wijyakusuma dan Fakultas Peternakan Unwiku.
Setelah tim bekerja dengan kompak dan penuh tanggung jawab selama 7 bulan, hasil rumusan perubahan kurikulum dibawa ke sidang Senat Fakultas dan telah disetujui secara penuh oleh Senat Fakultas Peternakan Unwiku. Kuiukulum tahun 2015 yang berlaku sejak tahun akademik 2016/2017 tertuang dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Peternakan Unwiku Nomor : 05/FPt/A.18/VIII/2015 tertanggal 18 Agustus 2015. Menurut Dekan Fakultas Peternakan Unwiku Dr.Ir. Doso Sarwanto, MP Kurikulum tahun 2015 diharapkan telah sesuai dengan tuntutan stakeholders dan mampu menjadikan mahasiswa Fakultas Peternakan Unwiku Purwokerto lebih kompetitif, inovatif dan mandiri.

UNWIKU DAN KOREM 071 WIJAYAKUSUMA BERBAGI AIR BERSIH

Pada 31 Oktober 2015 Sivitas Akademika Universitas Wijayakusuma bekerjasama dengan Korem 071 Wijayakusuma mengadakan bakti sosial dengan berbagi air bersih sebanyak 4 tangki untuk warga Desa Keniten Kecamatan Kedungbanteng. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan sedikit beban masyarakat akan kekurangan air bersih, semoga bermanfaat dan barokah. Amin

air bersih1air bersih 4

air bersih 6air bersih 9

 

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA ANGGARAN TAHUN 2016

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, PKMT dan PKMKC yang akan didanai tahun 2016.

Sesuai panduan PKM tahun 2015 terlampir, pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal secara on-line ke Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat dapat diunduh melalui website http://dikti.go.id atau http://simlitabmas.dikti.go.id, dengan headline : Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2015.

Ketentuan sebagai berikut :

  1. Pendaftaran dilakukan oleh operator BAAK Unwiku melalui http://simlitabmas.dikti.go.id.
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran selesai dilakukan.
  1. Batas waktu pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line sampai dengan 10 Oktober 2015, apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  1. Proposal usulan dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 eks disimpan di BAAK Unwiku

Pedoman PKM Tahun 2015

 

Admin

Pentingnya Komunikasi, Informasi dan Edukasi Dalam Peningkatan Kepedulian Terhadap Kesejahteraan Hewan

83165_620“Isu kesrawan merupakan isu yang cukup strategis baik untuk skala nasional maupun internasional, dan menjadi tantangan bagi kita untuk menanganinya tidak hanya bagi kemajuan dunia peternakan dan kesehatan hewan, tetapi juga bagi pembangunan pertanian dalam arti luas”, ungkap Ahmad Djunaedi, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kewenangan kesejahteraan hewan (animal welfare) secara implisit menurut Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah berada dibawah Kementerian Pertanian, dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sesuai dengan Permentan No. 60 tahun 2010 tentang Struktur Organisasi Kementerian Pertanian. Namun implementasi bidang kesejahteraan hewan juga ada pada Kementerian lainnya (Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan). Untuk itu diperlukan kesatuan langkah dan kesamaan persepsi dalam penerapan kesejahteraan hewan di semua bidang.

“Salah satu organisasi kesejahteraan dunia  yaitu World Animal Protection  telah melakukan review terhadap legislasi Indonesia terkait kesejahteraan hewan (kesrawan-red). Penilaian terhadap Animal Protection Index (API-red) telah dilakukan beberapa waktu lalu, dan hasilnya secara umum angka Protection Index Indonesia telah cukup bagus dalam arti kata Indonesia telah mempunyai dasar legislasi kesrawan yang cukup baik dan memadai”, imbuh Ahmad Djunaedi.

Lebih lanjut Ahmad Djunaedi menjelaskan,  “Namun demikian, bukan berarti kita dapat berpuas diri dengan hasil ini, melainkan kita sangat berharap banyak akan adanya strategi nasional tentang kesejahteraan hewan”.  Dengan adanya strategi nasional, maka diharapkan nantinya setiap pihak yang terlibat dan bertanggung jawab yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan,  Kementerian Kelautan dan Perikanan akan semakin produktif menghasilkan pedoman-pedoman untuk acuan penerapan kesrawan di lapangan.

“Kesejahteraan hewan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat, maka peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness) memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan penerapan kesejahteraan hewan tersebut”, ungkap Ahmad Djunaedi.

“Identifikasi pesan kunci dan sasaran serta media komunikasi merupakan hal yang penting untuk penyampaian informasi yang berkaitan dengan program penerapan kesrawan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan”, lanjut Ahmad Djunaedi.

Oleh karena itu, perlu dipastikan setiap individu dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar melalui metoda komunikasi dan pesan kunci yang tepat. Disamping public awareness, edukasi kesrawan terhadap anak usia sekolah juga, merupakan salah satu strategi yang dianggap cukup mampu untuk merubah sikap dan perilaku masyarakat tentang kesrawan karena menanamkan kepedulian kepada hewan sejak dini akan membuat mereka mempunyai kepekaan yang tinggi, hati yang lembut dan rasa kasih sayang tidak hanya kepada kesrawan tetapi juga kepada sesama manusia.

“Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kesrawan merupakan lanjutan dari edukasi terhadap anak usia sekolah yang kegiatannya telah dimulai sejak tahun 2013 yaitu KIE Zoonosis dengan pembentukan dokter hewan cilik untuk anak usia sekolah dasar”, ungkap Ahmad Djunaedi.

Menurut Ahmad Djunaedi perlu disadari, bahwa sosialisasi dan edukasi haruslah dilakukan secara kontinyu dan tidak terputus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.  Oleh karena itu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya melaksanakan kegiatan KIE Kesrawan, yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi pembentukan kelompok siswa peduli kesejahteraan hewan pada saat mereka memasuki sekolah menengah tingkat pertama.

 

80% Bahan Baku Susu Masih Diimpor

004447500_1417854959-milk-500_0Industri pengolahan susu lokal meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada peternakan sapi perah. Lantaran bahan baku industri tersebut sebagian besar masih diimpor.Direktur Eksektif Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Yelita Basri mengatakan ada sekitar 44 industri pengolahan susu baik skala besar dan menengah yang membutuhkan 3,8 juta ton susu perah per tahun sebagai bahan baku.

Sementara itu, saat ini ada 100 ribu peternak sapi perah yang menghasilkan 690 ribu ton susu mentah setiap tahun tiap tahun atau hanya mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan.”Selama ini 80 persen tergantung impor susu, sementara pasokan dari dalam negeri hanya memenuhi 20 persen-25 persen dari seluruh kebutuhan pengolah susu yang ada,” ujar Yelita di Kantor Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (12/1/2015).

Dia menjelaskan, setiap tahun produksi susu olahan tumbuh 10 persen. Namun perkembangan jumlah sapi perah di dalam negeri tidak mampu mengimbangi, bahkan dalam beberapa tahun terakhir semakin menurun.”Populasi sapi perah sekarang sekitar 600 ribu ekor, dimana hanya 300 ribu ekor saja yang siap produksi. Dan dari jumlah itu, hanya 40 persen saja yang mampu produksi, karena ada yang sakit, ada yang sudah tua. Jadi hanya 120 ribu ekor saja yang efektif berproduksi,” tandasnya.

 

PELATIHAN PMW TAHUN 2015

pmw15Pelatihan dilaksanakan di Gedung Prof. Drh. R. Djanuar Lantai 2 Universitas Wijayakusuma Purwokerto selama 3 hari dalam rangka mempersiapkan mahasiswa Universitas Wijayakusuma dalam menyusun Proposal Program Mahasiswa Wirausaha.  Kegiatan diikuti 30 mahasiswa dari lima fakultas, yaitu Ekonomi, Hukum, ISIP, Teknik dan Peternakan. Nara sumber oleh Dra. Bagus Indtratno, MM. dan Ir. Soegeng Herijanto, MP.

PMW adalah program untuk mewadahi mahasiswa Hasil kegiatan berupa proposal PMW sebanyak 26 Judul yang akan diajukan ke Kopertis Wilayah VI Semarang untuk dikompetisikan secara regional dari semua Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.  Proposal yang baik dan marketable akan dberi dana start up usaha dari Kopertis VI Semarang untuk memulai usaha

Contoh Proposal disini: 1351010538_061007_Penyuluhan_Manfaat_Pakan_Ferme