Dekan dilingkungan Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Dari kiri ke kanan Dekan Fakultas Peternakan, Teknik, Ekonomi, Fisip dan Fakultas Hukum More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

KAWAL ANTIPLAGIASI, PERGURUAN TINGGI HARUS BENTUK DEWAN ETIK

IMG_7365“Kita tidak akan segan menegakkan praktik plagiasi di perguruan tinggi, bahkan gelar Guru Besar bisa dicabut bila terbukti curang.”

Peringatan itu kembali menegas ketika Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memaparkan sambutan pada acara Seminar Nasional Plagiasi dalam Ranah Etika dan Hukum, Kamis (16/4), di Jakarta. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi praktik kecurangan akademik, persentase artikel palsu dan mencatut penelitian milik orang lain masih terus marak ditemukan. Kasus plagiat, lanjut Nasir, harus dicegah dengan lebih ketat, di antaranya yang diusulkannya adalah pembentukan majelis atau dewan etik di masing-masing perguruan tinggi.

Hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar tersebut Jimly Asshidiqie, Adi Sulistyono, dan Widyo Pramono. Topik yang mengemuka berkaitan erat dengan ranah kode etik dan hukum atas aduan kasus-kasus plagiasi. Pasalnya, peraturan terkait plagiarisme sesungguhnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penang­gu­langan Plagiat di Perguruan Tinggi.

“Namun akademisi banyak yang tidak sadar atau pura-pura tidak sadar hukum, praktik plagiasi terus terjadi,” ungkap Jimly Asshidiqie.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Supriadi Rustad mengatakan, potensi terjadinya kasus plagiat muncul saat pengajuan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan menjadi guru besar. Praktik semacam itu sangat mudah dideteksi melalui sistem dalam jaringan. Pemeriksaan berbasis laman dan teknologi informasi mestinya bisa menjadi momok bagi akademisi untuk berpikir ribuan kali ketika hendak memplagiasi. Itulah sebabnya, jika secara sistem dan teknis sudah ditanggulangi lewat penilaian berbasis online, namun masih muncul plagiasi, maka ranah hukum yang harus diperkuat.

“Sebab praktik plagiat sebelumnya kerap terjadi berulang. Sistem online ini juga menegakkan kebenar­an dan keadilan,” ujarnya. (nrs)

Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga mengawal kasus plagiasi ini dengan ketat melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan. Dalam kajiannya nanti akan diperhatikan tolok ukur hasil karya publikasi penelitian agar berkualitas, berdaya saing, dan bersih dari plagiasi. (nrs)

sumber : http://dikti.go.id/blog/2015/04/17/kawal-antiplagiasi-perguruan-tinggi-harus-bentuk-dewan-etik/

Unwiku Mewisuda 449 Wisudawan dan Wisudawati

2Bertempat di Aula Poedjadi Djaringbandajoeda Unwiku pada hari Sabtu, 14 Maret 2015 Universitas Wijayakusuma kembali mewisuda wisudawan dan wisudawati terbaik, diikuti oleh seluruh Fakultas prosesi Acara berjalan dengan lancar.

Sebanyak 449 wisuda dan wisudawati terdiri dari wisudawan Fakultas Hukum 220 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 111 orang, Fakultas Ekonomi 86 orang, Fakultas Teknik 21 orang dan Fakultas Peternakan 11 orang.

Dalam sambutan,Rektor Unwiku H Kaboel Suwardi SH MM mengatkan bahwa alumni setelah terjun kemasyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang sudah didapat dikampus sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, dalam rangka membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih maju,

Selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati !!!

Jayalah UNWIKU… majulah alumni Universitas Wijayakusuma Purwokerto.